
di antara Kinabalu dan Puncak Jaya
berdiriku di beranda para dewa
abadi
meski terus digerus manusia
tertinggi
melampaui tahta raja Jawa
ku lihat Gie tersenyum
menyerta yang lain, bangun dari tidur
menyambut penakluk dengan abu menyembur
“selamat”, mereka bertutur
ada merah putih di sini
tegar, berkibar
ditiup angin harapan
pertanda masih adanya kebanggaan
untuk apa aku di sini?
tinggalkan saudara, keluarga dan kerja
apa ku jengah dengan Indonesia?
alam kaya, tak daya manusia
tersendat kelu bibir lidah
entah dingin atau lelah
pikir tahu, naik turun hidup bersilih
rasa hendak tinggi mencapai
tunggulah kami turun
tuk menyinar hangat fajar
menyemai sejuk damai
menebar abu kesuburan
untuk Indonesia dan dunia
usep hasan s.
inspirasi dari puncak abadi para dewa
photo by arbi s. rajab
Comments